-->

Anak TK Itu Memainkan “Anu” Temannya

Terkejut, kaget, heran, dan beragam perasaan sungkan muncul siang tadi. Sebuah pemandangan yang perlu mendapatkan perhatian orang tua. Tidak boleh dianggap remeh agar kelak tidak menjadi sebuah kebiasaan. Jika dibiarkan, saya khawatir dapat merusak akhlak-moralnya kelak. Tak lain adalah masalah seks dunia anak.
Sambil menunggu ananda pulang, banyak orang tua anak menunggunya di rumah sebelah utara sekolah ananda. Mereka berderet-deret mirip tempat parker. Beberapa orang tampak menyibukkan diri sambil memainkan HP. Namun, tak sedikit pula mereka berbincang hangat. Siang terik tak terasa karena kehangatan obrolan tersebut.
Tak jauh dari tempatku duduk, sekitar lima meter, dua anak seusia TK bermain-main. Sepasang anak TK itu berkejar-kejaran. Anak perempuan seakan menantang anak lelaki. Merasa tertantang, anak lelaki itu mengejar anak perempuan. Tentu saja anak perempuan itu berlarian menghindari kejaran. Dan keduanya berlari ke arahku.
Karena anak lelaki itu lincah, dengan mudah pula dia menangkap anak perempuan itu. Begitu tertangkap, anak lelaki itu langsung menubruk anak perempuan. Tidak hanya itu. Anak lelaki itu yang berusia sekitar empat tahun itu langsungmemegang-megang (maaf) dada anak perempuan yang juga baru berusia sekitar empat-lima tahun. Entah bagaimana, anak perempuan tidak bereaksi menolak. Merasa tidak mendapatkan perlawanan, anak lelaki makin berani. Dia memegang-megang (maaf) “anunya” anak perempuan itu. Permainan itu berakhir ketika sang bunda menengahi mereka karena anak peremuan itu berteriak ketika (mungkin) anak lelaki itu memegang-megang anunya perempuan itu terlalu keras.
Saya terkesiap melihat pemandangan itu. Sepasang anak balita sudah berani berbuat seperti itu. Dari manakah keduanya mendapatkan pengalaman itu? Saya risau sekali. Saya benar-benar menghela nafas panjang. Sebegitukah pikiran anak zaman sekarang?
Saya tidak menyalahkan anak atau orang tua. Namun, saya menduga bahwa keduanya mendapatkan pengalaman itu dari tontonan: mungkin televisi, gambar, atau mungkin film melalui internet. Menurutku, anak zaman sekarang memang lebih cepat dewasa seks-nya daripada fisiknya. Dengan mudah mereka mendapatkan pemandangan seks di mana-mana.
Televisi sering menayangkan beragam acara yang memancing birahi pada jam-jam di mana anak masih terjaga. Kita dapat melihat tayangan sinetron yang sering menampilkan ciuman di depan umum meskipun mereka masih sebatas berpacaran. Belum lagi masalah yang berkaitan dengan gaya berpakaian.
Koran dan atau media cetak lain sering menampilkan pemandangan seks secara kasat mata. Penjual-penjual media cetak itu sering tidak menghiraukan letak jualannya. Mereka memajang media cetak itu secara kasat mata tanpa ditutupi meskipun bersampul atau bergambar yang menampilkan seks.
Kondisi itu diperparah oleh kemudahan mengakses internet. Dengan sekali ketik sebuah kata, pengguna atau user langsung disuguhi pemandangan yang luar biasa. Anak zaman sekarang sudah mahir menggunakan internet. Jika internet di rumah diamankan dengan filter porno, mungkin saja mereka membuka situs itu di warnet-warnet yang bertebaran di mana-mana.
Sebagai orang tua, kita mesti mewaspadai gejala itu. Kita mesti melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi dan atau dilakukan oleh anak-anak kita. Salah satu cara paling efektif, menurutku, adalah penciptaan komunikasi intensif antara orang tua dengan anak. Bahagiakanlah anak kita dengan jawaban yang dapat memuaskan dirinya jika ia bertanya tentang seks. Saya yakin bahwa mereka melakukan itu karena kemandulan pengertian tentang seks akibat terputusnya jawaban. (sumber)

6 Responses to "Anak TK Itu Memainkan “Anu” Temannya"

  1. wehhh...dapet tontonan gratis gan....
    request has been done gan....tks...

    ReplyDelete
  2. salam kenal mas...saya juga dari madiun, Nova Gunawan, Nice share mas...Patut menjadi renungan kita bersama.

    ReplyDelete
  3. gak ada kerjaan laen apa?
    hemmm nice inf0 sob hehehehe

    ReplyDelete
  4. @Nova Gunawan
    Madiun yang mana gan.. iso kumpul bloger nek ngono.. pingin diwarahi ngeBlog aku... :)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel